Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20 Persen Saat Dunia Krisis, Australia Borong Pupuk RI hingga Rp7 Triliun

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bontang, Timurnews.id — Indonesia mencatat capaian strategis di sektor industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan potensi nilai kerja sama mencapai sekitar Rp7 triliun.

Di saat bersamaan, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dan menambah volume pupuk untuk petani nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan percepatan swasembada pangan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pangkalan TNI AU Segera Dibangun di Manokwari Selatan, Papua Diproyeksi Jadi Pusat Strategis Baru

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Amran Sulaiman saat menghadiri pelepasan ekspor perdana produk urea milik PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur di Pelabuhan Bontang, Rabu (14/5/2026).

Ekspor tahap awal tersebut mencapai 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar.

Pemerintah menargetkan volume ekspor meningkat menjadi 250.000 ton dan secara bertahap mencapai 500.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pasar Australia.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujar Mentan Amran.

Selain mendorong ekspor, pemerintah juga melakukan reformasi besar pada sektor pupuk dalam negeri.

Melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto, harga pupuk bersubsidi berhasil ditekan hingga 20 persen tanpa menambah beban APBN.

Baca Juga:  Arahan Tegas Sjafrie Sjamsoeddin di Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah: Strategi Baru Pertahanan Daerah Ini Bikin Kriminalitas Menurun?

SAR Hari Kedua, Brimob Malut Intensifkan Pencarian di Gunung Dukono, Satu Pendaki Ditemukan Meninggal

Kebijakan tersebut disertai penambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton guna memperluas akses petani terhadap pupuk dengan harga terjangkau.

“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Kemudian volume pupuk bertambah,” kata Mentan Amran.

Penurunan harga pupuk dinilai menjadi kabar positif bagi sektor pertanian nasional karena dapat membantu menekan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Keberhasilan ekspor pupuk ke Australia menunjukkan daya saing industri pupuk Indonesia semakin kuat di pasar internasional.

Presiden PKS Apresiasi Siswi SMA 1 Pontianak yang Viral di Lomba Cerdas Cermat MPR RI

Selain Australia, sejumlah negara seperti India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh juga disebut mulai menunjukkan minat terhadap pupuk produksi Indonesia.

Menurut Mentan Amran, meningkatnya permintaan dari luar negeri menjadi indikator bahwa kualitas dan kapasitas produksi pupuk nasional semakin kompetitif di tingkat global.

“Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat,” ungkapnya.

 

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Kementerian Pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
NU Care LAZISNU Salurkan Daging Kurban hingga Palestina, Ribuan Warga 3T dan Korban Bencana Tersentuh Bantuan
Muhammadiyah Terima Hibah Tanah dari Warga Gunungkidul, Dipercaya Kelola Aset Umat untuk Masa Depan
Wajib Tahu! Begini Prosedur Jual Beli Tanah yang Legal dan Aman Menurut ATR / BPN
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:46 WIB

Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:35 WIB

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:01 WIB

Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah

Berita Terbaru