
TNGARDA.Com – Nabire, Papua Tengah – Pelayanan penumpang perdana maskapai Batik Air resmi dilaksanakan di Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang VIP bandara tersebut menjadi tonggak awal pengoperasian rute penerbangan yang menghubungkan Papua Tengah dengan sejumlah kota besar di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 09.45 WIT itu dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus A. Sumule, dan dihadiri sekitar 15 undangan dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta pihak maskapai.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan doa bersama.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, Bupati Nabire Mesak Magai, Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, serta Direktur Operasi Batik Air Capt. Zwingly Silalahi beserta kru penerbangan.
Tak Disangka ! Lahan Tidur di Sosiri Disulap Jadi Lumbung Pangan, Ini Peran TNI di Baliknya
Dalam sambutannya, Bupati Nabire Mesak Magai menyampaikan apresiasi atas kehadiran Batik Air di wilayahnya.
Ia menilai layanan penerbangan ini sangat dibutuhkan mengingat tingginya mobilitas masyarakat Nabire ke berbagai kota seperti Jayapura, Timika, dan Manokwari.
“Kepercayaan Batik Air membuka layanan di Nabire merupakan langkah penting dalam meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mesak.
Ia juga berharap frekuensi dan kualitas pelayanan penerbangan dapat terus ditingkatkan ke depannya.

Sementara itu, Direktur Operasi Batik Air Capt. Zwingly Silalahi mengungkapkan bahwa kehadiran layanan ini merupakan hasil kerja keras selama kurang lebih enam bulan.
Pedagang Kaget Lihat Aksi Prajurit di Pasar Bibida,Bukan Pengamanan, Ini yang Mereka Lakukan!
Ia menegaskan komitmen Batik Air untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat, baik untuk kepentingan pemerintahan, bisnis, maupun pribadi.
“Kami melihat potensi besar di Nabire. Kehadiran rute ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Pj Sekda menekankan bahwa operasional Batik Air menjadi bagian penting dari visi pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat konektivitas.
Rute yang dibuka meliputi Nabire–Jakarta dan Nabire–Makassar dengan transit di Ambon.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menargetkan Bandara Douw Aturure sebagai pusat konektivitas penerbangan (hub) di wilayah tengah Papua.
Bukan Sekadar Operasi, Ini Rahasia Satgas Damai Cartenz Jaga Mental dan Kekuatan Personel
Posisi strategis Nabire dinilai mampu menjadi pintu masuk utama bagi arus pergerakan orang dan barang di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama antara para pejabat dan pihak maskapai. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan lancar hingga selesai.
Kehadiran Batik Air di Nabire diharapkan mampu menekan biaya logistik, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan di Papua Tengah. Momentum ini juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan pengembangan sektor transportasi udara di wilayah tersebut.


