
NABIRE, PAPUA TENGAH — Kepala Suku Rayon Nabire Barat, Sem Wanimbo, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Nabire.
Imbauan itu disampaikan Sem Wanimbo saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Suku Dani di Gereja Baptis Menouw, Jalan Poros SP A, Kampung Wiraska, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Rabu (26/8/2026) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sem meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama ketika membuka areal pertanian maupun kebun baru.
Jelang HUT Jalasenastri ke-80, 357 Siswa SD Inpres Samabusa Dapat Kejutan dari Lanal Nabire
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyala ke semak atau area yang kering.
Menurutnya, kemarau panjang menyebabkan vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar sehingga kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang meluas.
Distrik Wanggar menjadi salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena memiliki potensi Karhutla.
Selain merusak lingkungan, Karhutla juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat akibat asap.

Bahkan, kualitas udara yang memburuk berpotensi berdampak pada kegiatan pendidikan.
“Wanggar merupakan wilayah yang rawan kebakaran. Kami meminta kesadaran penuh dari seluruh masyarakat untuk tidak memicu kebakaran, baik sengaja maupun karena kelalaian,” tegas Sem Wanimbo.
Ia mengajak warga menjaga lingkungan dengan menghindari pembakaran terbuka dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
Tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta kepala keluarga juga diminta berperan aktif memberikan edukasi tentang bahaya Karhutla.

Sem menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini karena kebakaran dapat menimbulkan kerugian dan mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
“Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat melumpuhkan aktivitas dan mengganggu masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Sem berharap masyarakat Suku Dani di Nabire Barat dapat berperan dalam mencegah Karhutla selama musim kemarau.
Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan wilayah yang aman, sehat dan nyaman.
Sosialisasi berlangsung aman dan mendapat perhatian dari masyarakat serta para tokoh gereja di Kampung Wiraska.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: TNGarda.com






