
NABIRE, PAPUA TENGAH — Berdasarkan laporan BMKG, sebanyak 156 hotspot atau titik panas terpantau di Provinsi Papua Tengah pada 25 Agustus 2026 pukul 02.00 WIT.
Data tersebut terbagi dalam tiga tingkat kepercayaan, yakni rendah, sedang, dan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil pemantauan, terdapat 7 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah, 138 hotspot tingkat kepercayaan sedang, dan 11 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
BMKG menjelaskan, tingkat kepercayaan rendah menunjukkan kemungkinan kecil adanya titik api sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Tingkat kepercayaan sedang menunjukkan kemungkinan cukup besar adanya titik api di lapangan, sedangkan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan kemungkinan besar adanya titik api.
Berdasarkan wilayah administrasi, Kabupaten Paniai menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 50 titik.

Selanjutnya Nabire sebanyak 30 titik, Puncak 27 titik, Dogiyai 22 titik, Intan Jaya 18 titik, Puncak Jaya 6 titik, dan Mimika 3 titik.
Sementara itu, Kabupaten Deiyai tidak terpantau adanya hotspot dalam pemantauan tersebut.
Munculnya ratusan titik panas ini menjadi perhatian di tengah kondisi sejumlah wilayah Papua Tengah yang semakin kering.
Masyarakat dan instansi pemerintah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan.
Termasuk membakar sampah di kawasan yang mudah terbakar seperti semak belukar, hutan, lahan gambut, dan lahan kering.
Jika menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Instansi terkait juga diimbau memperkuat patroli terpadu, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.
Serta memperluas sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan Karhutla.
Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat dengan memastikan ketersediaan sumber air, peralatan pemadaman dini, serta cadangan air untuk menghadapi kondisi musim kemarau.
Masyarakat di Papua Tengah juga diimbau terus memantau informasi cuaca dan iklim, perkembangan fenomena El Niño.
Serta pembaruan informasi hotspot dari BMKG sebagai dasar dalam melakukan langkah antisipasi dan mitigasi.
Dengan meningkatkan kewaspadaan sejak dini, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla serta mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: BMKG






