
Nabire, Papua Tengah – TNGarda.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Fraksi Papua Tengah Terang Partai Hanura, Gabriel Kwakerka, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Belajar Yayasan Honai Papua Permai yang berlokasi di Gereja GIDI Pengharapan, Kampung Kali Harapan, Distrik Nabire, Sabtu (7/8/2026).
Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan nonformal bagi anak-anak Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Gabriel Kwakerka meninjau secara langsung proses belajar mengajar yang diikuti puluhan anak.
Para peserta didik tampak antusias mengikuti pembelajaran membaca, menulis, berhitung, dan menggambar yang dipandu para relawan yayasan.
Rumah Belajar Honai Papua Permai merupakan salah satu dari 15 titik rumah belajar yang dikelola Yayasan Honai Papua Permai di berbagai wilayah Papua.

Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan belajar di luar sekolah formal.
Selain berdialog dengan para pengurus dan relawan, Gabriel juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat belajar demi meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus yang mampu membangun Papua Tengah di masa depan.
Sebagai bentuk dukungan, ia menyerahkan bantuan alat tulis kepada pengurus yayasan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Gabriel mengapresiasi dedikasi para pendiri dan relawan Yayasan Honai Papua Permai yang secara konsisten menghadirkan layanan pendidikan nonformal di berbagai daerah.
Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.

Ia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dapat memberikan perhatian terhadap keberadaan rumah-rumah belajar tersebut sehingga dapat bersinergi dalam memperluas layanan pendidikan bagi anak-anak di wilayah Papua Tengah.
Sementara itu, tokoh agama setempat, Kemin Kogoya Robi Wanena, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gabriel Kwakerka.
Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan satu ruang belajar sederhana karena selama ini proses belajar masih memanfaatkan pondok Posyandu yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Panen Raya 11,7 Ton di Merauke, Kodaeral XI Bantu Warga Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Pendiri Yayasan Honai Papua Permai, Hj. Nasda Damis bersama Natalia, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada rumah belajar yang mereka kelola.
Mereka berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus mengalir agar program pendidikan yang kini telah hadir di 15 titik dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak Papua.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama, serta penyerahan bantuan alat tulis kepada pengurus yayasan sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com






