
Merauke, TNGarda.com – Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan bahwa proyek perkebunan tebu yang beroperasi di Kampung Seramayam, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, saat ini telah mempekerjakan sekitar 3.500 tenaga kerja dan ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2027.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan Apolo Safanpo kepada wartawan usai menjadi narasumber dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Barisan Merah Putih RI bersama BMP Kota Jayapura di Kantor Gubernur Papua, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Apolo, pengembangan perkebunan tebu di Merauke telah melalui tahapan panjang, mulai dari riset selama sekitar 10 tahun, pembibitan dalam dua tahun terakhir, hingga memasuki tahap penanaman untuk kebutuhan produksi yang direncanakan dimulai tahun depan.
“Hingga saat ini kurang lebih sudah 3.500 karyawan direkrut dan bekerja di perusahaan tebu. Tahun depan mulai berproduksi,” ujar Apolo.

Ia menjelaskan, pembangunan empat pabrik pengolahan tebu saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Setelah seluruh fasilitas pendukung rampung, produksi perdana dijadwalkan dimulai pada 2027.
Lebih lanjut, Apolo menyebut kebutuhan tenaga kerja akan terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi.
Saat proyek beroperasi penuh pada 2029, diperkirakan akan membutuhkan sekitar 15.000 tenaga kerja untuk mendukung seluruh kegiatan operasional.
“Kami sudah memanggil pihak perusahaan dan pelaksana agar dalam proses rekrutmen tenaga kerja mengutamakan Orang Asli Papua (OAP),” katanya.

Menurutnya, prioritas tersebut berlaku bagi masyarakat dari wilayah Provinsi Papua Selatan maupun provinsi-provinsi lain di Tanah Papua guna memastikan manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Proyek perkebunan dan pabrik tebu di Merauke merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan menjadi pusat produksi gula dan bioetanol terbesar di Indonesia Timur.
Jumat Berkah Brimob Kalteng Tuai Pujian, Ratusan Jamaah Masjid Al Amin Terima Nasi Kotak Gratis
Salah satu pengembang utama proyek ini adalah PT Global Papua Abadi yang berada di bawah naungan Merauke Sugar Group.
Dalam kesempatan yang sama, Apolo juga mengapresiasi pelaksanaan diskusi publik yang mengangkat tema PSN dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, forum semacam ini memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, khususnya proyek-proyek strategis yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Diskusi ini sangat baik untuk mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat melalui media cetak, elektronik, maupun media sosial, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh dan berimbang,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat memahami manfaat, tantangan, serta tujuan dari setiap program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Selatan






