PBNU Kutuk Serangan Israel di Lebanon Selatan, Ribuan Sipil Tewas dan Jutaan Mengungsi

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TNGarda.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyoroti serangan Israel terhadap wilayah Lebanon Selatan yang berlangsung sejak 2 Maret 2026.

Menurutnya, tindakan Israel merupakan bentuk kebrutalan karena tidak hanya menyerang Gaza, Palestina, tetapi juga meluas hingga wilayah Lebanon dengan banyak korban dari kalangan sipil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Lebanon Selatan, Israel melakukan serangan brutal terhadap warga sipil dengan alasan melakukan pengejaran terhadap kelompok Hizbullah.

Tangis Warga Pecah! Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Kisah Perjuangannya Bikin Haru

Tetapi yang jelas, Israel melakukan serangan yang banyak menimbulkan korban di kalangan sipil,” katanya kepada NU Online di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Gus Ulil mengatakan serangan tersebut telah menewaskan hampir 3.000 orang dan memaksa sekitar 1,6 juta warga mengungsi. Selain itu, tindakan Israel juga dinilai melanggar kedaulatan Lebanon sebagai negara berdaulat.

“Jumlahnya cukup besar sekali. Dan dengan serangan itu, Israel melanggar teritori negara yang berdaulat, yaitu Lebanon,” jelasnya.

TNI AL Gagalkan Peredaran 102 Gram Ganja di Pelabuhan Jayapura, Pemuda 18 Tahun Diamankan

PBNU, lanjut Gus Ulil, mengutuk berbagai tindakan brutal yang dilakukan Israel, termasuk operasi militer yang masih berlangsung terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

“Kita mengutuk tindakan-tindakan brutal Israel ini, termasuk kebrutalan yang masih terus dilakukan oleh IDF atau Angkatan Bersenjata Israel terhadap warga Palestina,” tegasnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Panggil Menteri ESDM, Pastikan Stabilitas Energi Nasional di Tengah Tekanan Geopolitik Global

Menurut Gus Ulil, meskipun perang Gaza secara formal telah berakhir setelah adanya perjanjian damai yang diupayakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sharm El Sheikh, Mesir, tindakan kekerasan oleh Israel Defense Forces (IDF) masih terus terjadi hingga saat ini.

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Satgas Damai Cartenz Beri Semangat Pelajar Papua Raih Masa Depan Cerah

“Namun tindakan-tindakan brutal oleh Israel Defense Forces atau Angkatan Bersenjata Israel sampai sekarang masih berlangsung di Gaza dan juga di Tepi Barat,” terangnya.

Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon atau Lebanon National News Agency melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di kawasan perbukitan Rayhan, wilayah Jezzine, pada Selasa (19/5/2026) pagi.

Selain serangan udara, artileri Israel juga dilaporkan menggempur kawasan Arid Dbine di Distrik Marjayoun.

Tokoh Perempuan Nabire Siti Qomariah Apresiasi BIPEKA PKS, Dorong Edukasi Keluarga Lebih Komprehensif

Pada malam sebelumnya, pesawat Israel turut menyerang kota Kfara, pinggiran Kfardounine menuju Deir Kifa, serta sebuah rumah di jalan utama Kfara di Distrik Bint Jbeil.

Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban akibat agresi yang berlangsung sejak 2 Maret hingga 18 Mei telah mencapai 3.020 orang tewas dan 9.273 lainnya mengalami luka-luka.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran dunia internasional atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta ancaman terhadap keselamatan warga sipil.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Nu Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
NU Care LAZISNU Salurkan Daging Kurban hingga Palestina, Ribuan Warga 3T dan Korban Bencana Tersentuh Bantuan
Muhammadiyah Terima Hibah Tanah dari Warga Gunungkidul, Dipercaya Kelola Aset Umat untuk Masa Depan
Wajib Tahu! Begini Prosedur Jual Beli Tanah yang Legal dan Aman Menurut ATR / BPN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:46 WIB

Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:35 WIB

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:01 WIB

Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah

Berita Terbaru