
Jayapura, TNGarda.com – TNI Angkatan Udara (TNI AU) melaksanakan operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi jenazah pilot PT AMA Air, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Operasi berlangsung dengan pengamanan ketat dan koordinasi lintas satuan guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evakuasi tersebut dilaksanakan oleh Lanud Yohanis Kapiyau Timika di bawah jajaran Kodau III dengan kendali operasi dari Kogabwilhan III.
Misi ini merupakan bagian dari dukungan TNI AU terhadap penanganan situasi darurat kemanusiaan di wilayah Papua yang memiliki tingkat kesulitan medan dan potensi ancaman keamanan yang tinggi.

Dalam pelaksanaan operasi, TNI AU mengerahkan Helikopter H-225M milik Skadron Udara 8 sebagai unsur utama evakuasi.
Sementara itu, pengamanan udara dilakukan oleh pesawat Super Tucano dari Skadron Udara 21 untuk memastikan jalur penerbangan tetap aman selama proses pengambilan dan pemindahan jenazah dari lokasi kejadian menuju Timika.
Fakta Baru Penembakan Pilot Asing di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Beberkan Hasil Visum
Berkat koordinasi yang matang dan profesionalisme seluruh personel, operasi evakuasi berhasil dilaksanakan dengan baik. Jenazah Nicholas F. Goselin kemudian tiba dengan selamat di Baseops Lanud Yohanis Kapiyau Timika pada Jumat (3/7/2026) untuk menjalani tahapan penanganan selanjutnya.
Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy., menyampaikan bahwa seluruh personel yang terlibat melaksanakan tugas sesuai prosedur operasional standar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan, keamanan personel, serta keberhasilan misi kemanusiaan.

Menurutnya, setiap tahapan operasi telah direncanakan secara cermat mengingat kondisi geografis Papua yang menantang serta potensi ancaman di sekitar lokasi.
Oleh karena itu, sinergi antarunsur menjadi faktor utama dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan operasi.
Setelah menjalani pemeriksaan medis di Timika, jenazah selanjutnya diterbangkan menuju Lanud Silas Papare Jayapura menggunakan pesawat Boeing 737 milik Skadron Udara 5.
Proses pemindahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku guna memastikan penanganan jenazah berlangsung dengan hormat dan profesional.
Di Jayapura, jenazah diserahkan kepada pihak PT AMA Air sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen seluruh pihak dalam memberikan penghormatan terakhir kepada korban sekaligus memastikan proses pemulangan berjalan dengan baik.
Operasi kemanusiaan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara dalam mendukung setiap misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kemampuan personel, kesiapan alutsista, dan koordinasi yang solid, TNI AU terus berupaya memberikan respons yang cepat, aman, dan profesional dalam setiap tugas kemanusiaan yang diemban.






