
Bandung, Jawa Barat – TNGarda.com – Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme prajurit melalui latihan internasional.
Bersama Special Forces Operational Detachment Alpha (SFOD-A) 1234 dari Amerika Serikat, Korpasgat menggelar Latihan Bersama Joint Combined Exchange Training (JCET) bertajuk Balance Arrow Iron 2026 di Balegede, Bandung, Jumat (17/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Latihan ini melibatkan prajurit elit Satbravo 90 Pasgat serta pasukan khusus Angkatan Darat Amerika Serikat.
Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan interoperabilitas, kemampuan taktis, serta pertukaran pengetahuan militer dalam menghadapi berbagai skenario operasi modern.
Dari Papua ke Senayan! Johannes Rettob Sabet KWP Award 2026 Berkat Inovasi Daerah
Upacara pembukaan Field Training Exercise dipimpin oleh Mayor Pas Kurniawan Adi Subakti bersama CPT Nathaniel L. Meidl.
Prosesi ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan prajurit, sebagai simbol dimulainya rangkaian latihan bersama yang berlangsung hingga 15 Mei 2026.
Menurut keterangan resmi, Latma JCET merupakan program kerja sama militer yang bertujuan memperkuat kapasitas tempur dan koordinasi lintas negara.

Melalui latihan ini, kedua pasukan dapat saling berbagi pengalaman, teknik, serta strategi dalam menjalankan operasi khusus di berbagai medan.
Kehadiran SFOD-A 1234 dalam latihan ini menjadi bagian dari hubungan bilateral yang terus berkembang antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor pertahanan.
Kerja sama ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin dinamis.
Selain aspek taktis, latihan juga menekankan pada peningkatan komunikasi, kepemimpinan lapangan, serta kesiapan personel dalam menghadapi ancaman non-konvensional.
Hal ini sejalan dengan tuntutan operasi militer modern yang membutuhkan respons cepat dan terintegrasi.
Korpasgat sebagai satuan elit TNI AU memiliki peran strategis dalam operasi udara dan darat, termasuk penanggulangan terorisme, penyelamatan tempur, serta pengamanan objek vital.
Melalui Latma JCET Balance Arrow Iron 2026, diharapkan kemampuan prajurit semakin terasah dan siap menghadapi tantangan global.
Latihan ini juga menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Udara dalam membangun kekuatan pertahanan yang adaptif, profesional, dan mampu bersinergi dengan mitra internasional.
Dengan kerja sama yang berkelanjutan, stabilitas kawasan diharapkan dapat terus terjaga secara optimal.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Korpasgat


