Revitalisasi SMPN Tanabau Selayar Disorot, Material Pasir Laut Terpantau Digunakan

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selayar,TNGarda.com — Pengerjaan proyek revitalisasi UPT SMPN Tanabau Nomor 14, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi perhatian setelah material yang terpantau di lokasi diduga berupa pasir laut dan terlihat digunakan dalam proses pembangunan.

Pantauan pewarta di lapangan menunjukkan adanya material pasir yang secara visual menyerupai pasir laut di area pekerjaan proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Material tersebut terlihat digunakan dalam rangkaian pekerjaan pembangunan di lokasi sekolah.

HUT ke-81 TNI AL, Lanal Nabire Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman dan Jaga Kedaulatan Laut

Proyek revitalisasi tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan dilaksanakan selama 105 hari kalender, mulai Agustus hingga Desember 2026, dengan sumber pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026. Nilai bantuan yang tercantum dalam papan proyek mencapai sekitar Rp1,817 miliar.

Penggunaan pasir laut dalam pekerjaan konstruksi, terutama apabila digunakan pada pekerjaan beton bertulang, perlu mendapat perhatian teknis.

Kandungan klorida pada material yang berasal dari lingkungan laut dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi ketahanan tulangan baja terhadap korosi apabila tidak memenuhi persyaratan dan pengendalian mutu yang ditetapkan.

Baca Juga:  Hadiri Sosialisasi Qurban 1447 H, Sekda Nabire Tegaskan Pentingnya Hewan Qurban Sehat dan Sesuai Syariat

Karena itu, keberadaan material yang diduga pasir laut tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis, bukan hanya berdasarkan pengamatan visual.

Pemeriksaan dapat mencakup asal material, karakteristik agregat, kandungan klorida, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan dokumen pekerjaan.

Tragedi Kebakaran Tewaskan 11 Orang, Wakapolda Tekankan Polisi Harus Hadir Jaga Paniai Tetap Kondusif

Hal tersebut menjadi penting mengingat bangunan yang tengah direvitalisasi merupakan fasilitas pendidikan yang nantinya digunakan oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Selain pengujian material, dokumen pengendalian mutu juga perlu diperiksa untuk memastikan setiap material yang digunakan telah melalui prosedur pemeriksaan dan mendapatkan persetujuan teknis sesuai ketentuan proyek.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan terkait material pasir yang digunakan di lokasi.

Termasuk mengenai asal material, hasil pengujian laboratorium, dan dasar teknis penggunaannya.

Pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai asal pasir, hasil uji laboratorium, spesifikasi material,.

Serta kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan standar konstruksi yang berlaku.

Keterangan tersebut diperlukan agar publik memperoleh kepastian bahwa proyek revitalisasi fasilitas pendidikan yang menggunakan anggaran APBN tersebut dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, prosedur pengendalian mutu, dan ketentuan yang berlaku.

 

(Tim)

Penulis : Afif Fudin

Editor : Akbar

Sumber Berita: Selayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marak Pencurian Kabel di Tambak Matalalang Bonto Bangun, Pengelola Berharap Langkah Antisipasi
Sem Wanimbo Imbau Warga Nabire Barat Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Pemerintah
Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:33 WIB

Marak Pencurian Kabel di Tambak Matalalang Bonto Bangun, Pengelola Berharap Langkah Antisipasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Sem Wanimbo Imbau Warga Nabire Barat Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Pemerintah

Jumat, 25 September 2026 - 22:15 WIB

Revitalisasi SMPN Tanabau Selayar Disorot, Material Pasir Laut Terpantau Digunakan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Berita Terbaru