
Jakarta,TNGarda.com — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara terus memperkuat kesiapan operasional satuan jajaran sebagai langkah strategis menghadapi dinamika ancaman pertahanan udara yang semakin kompleks dan berkembang cepat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat paparan Rencana Garis Besar (RGB) pelaksanaan uji kesiapan operasional satuan TNI AU Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Tedi Rizalihadi di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Uji kesiapan operasional menjadi instrumen penting dalam mengukur tingkat kesiapan tempur, profesionalisme personel, serta efektivitas pembinaan kemampuan satuan di lingkungan TNI AU.

Penilaian dilakukan melalui empat parameter utama, yakni kemampuan perorangan, kemampuan satuan, pencapaian sasaran pembinaan kemampuan (sasbinpuan), dan manajemen satuan.
Dalam arahannya, Wakasau menekankan agar seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Selain itu, aspek keselamatan kerja dan keselamatan terbang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan pengujian.
Prabowo Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih, Dilengkapi Cold Storage hingga SPBN
Sementara itu, Kepala Dinas Operasi Angkatan Udara Firman Dwi Cahyono memaparkan rencana pelaksanaan uji kesiapan operasional yang mencakup metode pengujian, materi penilaian, hingga indikator kemampuan satuan yang akan dievaluasi sepanjang tahun 2026.
Adapun satuan yang akan mengikuti uji kesiapan operasional meliputi Skadron Udara, Satuan Udara, Skadron Pendidikan, Satuan Rudal, Satuan Radar, Detasemen Matra, Detasemen Bravo, Batalyon Parako, hingga Batalyon Arhanud.
Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Desember 2026.

Pelaksanaan uji kesiapan operasional ini juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap satuan mampu menjalankan tugas secara cepat, tepat, dan terintegrasi dalam berbagai skenario operasi udara.
Dengan evaluasi berkala, TNI AU dapat mengidentifikasi kekuatan maupun aspek yang perlu ditingkatkan guna mendukung efektivitas operasi pertahanan udara nasional.
Selain meningkatkan profesionalisme prajurit, kegiatan ini turut memperkuat budaya disiplin, kesiapsiagaan, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertahanan modern.
Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesiapan TNI AU dalam menghadapi tantangan keamanan regional maupun ancaman strategis di masa mendatang.
Melalui uji kesiapan operasional ini, TNI AU berupaya memastikan seluruh satuan berada pada tingkat kesiapan optimal dalam mendukung tugas pertahanan negara, operasi militer, maupun latihan strategis yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan profesional.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Dispen AU


