
Ambon, TNGarda.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan jalur transportasi laut nasional.
Melalui pengawasan ketat di kawasan pelabuhan, Prajurit Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (miras) tradisional jenis sopi di Pelabuhan Umum Yos Sudarso Ambon, Maluku, Minggu (9/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggagalan tersebut dilakukan saat tim pengamanan pelabuhan bersama aparat terkait melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang yang akan berangkat menggunakan KM Gunung Dempo dengan rute Ambon–Sorong.
Prabowo Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih, Dilengkapi Cold Storage hingga SPBN
Pemeriksaan dilakukan secara ketat melalui mesin X-ray di area keberangkatan penumpang guna mengantisipasi adanya barang berbahaya maupun ilegal.
Dari hasil pemeriksaan itu, petugas menemukan sejumlah barang mencurigakan yang setelah diperiksa lebih lanjut ternyata berisi minuman keras tradisional jenis sopi dalam jumlah puluhan liter.
Barang tersebut diduga milik salah satu calon penumpang kapal yang hendak membawa miras ilegal tersebut menuju Sorong.

Berdasarkan informasi dari aparat pengamanan, nilai taksiran barang bukti mencapai jutaan rupiah.
Temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan sebagai bentuk penegakan aturan serta upaya mencegah peredaran minuman keras ilegal melalui jalur transportasi laut yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai langkah cepat dan tegas, barang bukti minuman keras tradisional jenis sopi tersebut langsung dimusnahkan di lokasi pelabuhan.
Proses pemusnahan disaksikan oleh aparat gabungan pengamanan Pelni serta unsur terkait lainnya guna memastikan barang ilegal tersebut tidak kembali beredar di tengah masyarakat.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Hanarko Djodi Pamungkas menegaskan bahwa keberhasilan penggagalan penyelundupan tersebut merupakan bukti kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah maritim.
Khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

Menurutnya, pengawasan di pelabuhan akan terus diperketat guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran hukum.
Mulai dari penyelundupan barang ilegal hingga aktivitas lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan wilayah perairan Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan pengelola pelabuhan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Jalur Sungai Yahukimo Rawan Gangguan, Satgas Damai Cartenz Bergerak Amankan Distribusi Logistik
Langkah pengamanan yang dilakukan Kodaeral IX ini juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali yang menekankan pentingnya peningkatan pengawasan dan patroli di seluruh wilayah pelabuhan serta jalur transportasi laut nasional.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pelayaran sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Keberhasilan TNI AL menggagalkan penyelundupan sopi ilegal di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan maritim Indonesia.
Upaya ini diharapkan mampu menekan peredaran barang ilegal melalui jalur laut serta memperkuat stabilitas keamanan di wilayah pelabuhan dan perairan nasional.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Dispen AL


