
Intan Jaya, TNGarda.com – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan bahwa benda yang sempat viral di media sosial dan disebut sebagai bom atau ranjau di lingkungan Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa Klasis Nabia, Kampung Sugapa Lama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, bukan merupakan bahan peledak maupun ranjau.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah dilakukan koordinasi, verifikasi lapangan, dan pengecekan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama unsur keamanan terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TNI AL dan Tim Gabungan Cari Dua ABK Hilang Usai KM Mitra Jaya Tenggelam di Perairan Asahan
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan benda mencurigakan di area gereja beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Menanggapi hal itu, Satgas Operasi Damai Cartenz segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk memastikan fakta sebenarnya sekaligus mencegah timbulnya keresahan publik.

Dalam pertemuan awal pada Kamis (4/6), Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan langsung dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Hasil verifikasi lapangan kemudian dibahas dalam koordinasi lanjutan yang melibatkan Pemerintah Daerah, Satgas Operasi Damai Cartenz, dan Satgas TNI.
PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, benda yang sempat diduga sebagai bom atau ranjau dipastikan merupakan bagian dari komponen lonceng gereja yang terlepas dan jatuh.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Yohakim Mujiaju, yang turut melakukan pengecekan langsung ke lokasi menegaskan bahwa informasi mengenai adanya bom atau ranjau di gereja tidak benar.

“Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa benda yang sempat viral dan diduga sebagai bom atau ranjau tersebut merupakan bagian dari isi lonceng gereja.
Karena itu masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Di Balik Konflik Berdarah Sinak, Langkah Cepat Bupati Puncak Ini Jadi Sorotan Publik
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menekankan pentingnya verifikasi setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penanganan informasi yang berkembang di masyarakat.

Setelah dilakukan koordinasi dan verifikasi bersama Pemerintah Daerah serta unsur terkait, dipastikan bahwa benda yang beredar dalam video tersebut bukan bom ataupun ranjau.
Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” katanya.
Menteri Desa Yandri Susanto Ingatkan Bahaya Narkoba di Maros, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu keresahan publik dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif.
Di sisi lain, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media sangat penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga berencana menyampaikan klarifikasi resmi melalui berbagai saluran komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi penyebaran informasi yang bersifat provokatif maupun menyesatkan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima melalui sumber resmi dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Intan Jaya tetap terjaga.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Sstgas ODC






