
Nabire, Papua Tengah – Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, didampingi Dandim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto Tirta Mentari, serta Danlanal Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, turun langsung menemui massa aksi mahasiswa asal Kabupaten Puncak.
Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Pasar Karang, Nabire, pada Senin (27 April 2026), di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada awal pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran tiga pimpinan aparat keamanan ini menjadi bentuk respons cepat terhadap dinamika di lapangan sekaligus langkah pendekatan persuasif guna memastikan situasi tetap terkendali.
Resmi ! YouTube Blokir Akun di Bawah 16 Tahun, Ini Dampaknya untuk Pengguna Indonesia
Sejak pagi hari, massa mahasiswa telah berkumpul di sekitar Pasar Karang sebelum melanjutkan rencana aksi menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Aparat keamanan terlihat melakukan pengamanan secara terbuka dan humanis, dengan mengedepankan dialog serta komunikasi langsung dengan para peserta aksi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Nabire mengimbau seluruh massa agar tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kepentingan umum.

Ia juga menegaskan agar peserta aksi tidak melakukan penutupan jalan dan tetap memberikan ruang bagi pengguna jalan lainnya, sehingga arus lalu lintas di kawasan Pasar Karang tetap berjalan lancar.
Selain itu, Kapolres mengingatkan agar massa tetap tertib hingga waktu pergeseran menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, serta memastikan penyampaian aspirasi dilakukan secara damai.
Di lokasi yang sama, Kapolres turut mengajak para pengendara dan pedagang di sekitar Pasar Karang untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa rasa khawatir.
Resmi Berdiri di Pinggiran Nabire, Ponpes Riyadul Qur’an Jadi Harapan Baru Pendidikan Generasi Muda
Sementara itu, Dandim 1705/Nabire dan Danlanal Nabire juga memberikan dukungan terhadap upaya pengamanan dengan menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan serta menghindari potensi konflik di tengah masyarakat.
Langkah sinergis TNI-Polri ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif, sehingga aksi penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Termasuk sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com






