IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Analis Bongkar Fakta yang Diam – Diam

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, 11 Mei 2026 — Analis ekonomi politik pasar saham, Kusfiardi, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah sepanjang April hingga awal Mei 2026 menunjukkan meningkatnya kerentanan struktural ekonomi Indonesia terhadap tekanan global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kusfiardi, koreksi IHSG dari level 7.700-an hingga turun ke bawah 7.000 poin serta pelemahan Rupiah ke kisaran Rp17.300–17.400 per dolar AS bukan sekadar fluktuasi teknikal pasar.

Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa investor mulai mempertanyakan ketahanan fundamental ekonomi nasional di tengah tekanan global yang semakin kuat.

Uji Kesiapan Operasional TNI AU Jadi Tolok Ukur Profesionalisme dan Kesiapan Tempur Satuan

“Pasar sedang mengirim pesan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih rapuh. Penguatan IHSG sebelumnya lebih banyak ditopang arus modal jangka pendek dan sentimen likuiditas global, bukan penguatan struktural ekonomi domestik,” ujar Kusfiardi dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat menyentuh level 7.675 pada pertengahan April 2026 sebelum terkoreksi tajam dan ditutup pada level 6.956 di akhir bulan.

Bahkan pada perdagangan 8 Mei 2026, IHSG kembali mengalami tekanan signifikan dengan penurunan sebesar 2,86 persen dalam satu hari.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah juga terus mengalami depresiasi. Mata uang Garuda melemah dari kisaran Rp16.900 per dolar AS pada awal April menjadi di atas Rp17.300 per dolar AS pada awal Mei 2026.

Kusfiardi menilai kondisi tersebut mencerminkan tingginya sensitivitas ekonomi Indonesia terhadap penguatan dolar AS, arus keluar modal asing (capital outflow), dan perubahan sentimen global terhadap negara berkembang.

“Indonesia masih dipersepsikan sebagai ekonomi yang sangat bergantung pada komoditas, impor bahan baku, dan pembiayaan berbasis dolar.

Situasi Intan Jaya Mendadak Jadi Sorotan, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Ungkap Fakta di Sugapa

Baca Juga:  Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Ketika dolar menguat dan risiko global meningkat, tekanan langsung muncul di pasar saham dan nilai tukar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah memiliki dampak luas terhadap struktur ekonomi nasional karena Indonesia masih bergantung pada impor energi, bahan baku industri, hingga kebutuhan strategis lainnya.

Akibatnya, depresiasi Rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi industri, memicu tekanan inflasi, menambah beban subsidi energi pemerintah, dan menurunkan daya beli masyarakat.

ADB Siap Jadi Mitra Pembangunan Desa Indonesia, Kemendes Targetkan Pengentasan Kemiskinan Desa

“Level Rupiah di atas Rp17.000 bukan lagi sekadar isu moneter, tetapi sudah menjadi persoalan ekonomi politik karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga pangan, BBM, dan biaya hidup,” ujarnya.

Kusfiardi juga menyoroti adanya kontradiksi antara pertumbuhan ekonomi nasional yang masih relatif positif dengan meningkatnya tekanan di pasar keuangan.

Menurutnya, pasar mulai meragukan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hingga kini masih bertumpu pada konsumsi domestik dan ekspor komoditas mentah.

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sopi di Pelabuhan Ambon, Puluhan Liter Miras Ilegal Dimusnahkan di Tempat

“Pasar melihat pertumbuhan Indonesia belum cukup ditopang industrialisasi yang kuat dan produktivitas sektor riil yang dalam. Karena itu volatilitas pasar menjadi tinggi dan mudah dipengaruhi sentimen eksternal,” katanya.

Ia menilai kondisi ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk mempercepat transformasi struktural ekonomi nasional.

Menko AHY Tinjau Korban Kecelakaan KA Bekasi, Pastikan Penanganan Maksimal dan Investigasi Menyeluruh

Langkah tersebut mencakup penguatan industri domestik, pengurangan ketergantungan impor strategis, pendalaman pasar keuangan nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan asing jangka pendek.

“Jika struktur ekonomi tidak berubah, maka gejolak IHSG dan pelemahan Rupiah akan terus menjadi alarm rutin bahwa ekonomi Indonesia masih rentan terhadap tekanan global,” tutup Kusfiardi.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Promedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
erasi Damai Cartenz di Kali Samabuasa Diwarnai Dialog dan Interaksi Bersama Warga
Pasukan Brimob Dikerahkan ke Puncak Usai Sejumlah Kantor Pemerintah Dibakar, Polisi Perketat Pengamanan
Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Bikin Haru! Anak-Anak Tembagapura Terima Bantuan Sekolah, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan
URC Polres Deiyai Intensifkan Patroli di Titik Strategis, Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif
Kasus Pembunuhan dan Penembakan Masuk Babak Baru, Satgas Operasi Damai Cartenz Limpahkan Dua Tersangka ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya
Prajurit Yonif TP 804/DBAY Bersihkan Pasar Kimi Bersama Warga, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Yahukimo, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Dugaan Keterlibatan KKB
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 01:31 WIB

erasi Damai Cartenz di Kali Samabuasa Diwarnai Dialog dan Interaksi Bersama Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Pasukan Brimob Dikerahkan ke Puncak Usai Sejumlah Kantor Pemerintah Dibakar, Polisi Perketat Pengamanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:18 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Bikin Haru! Anak-Anak Tembagapura Terima Bantuan Sekolah, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:00 WIB

URC Polres Deiyai Intensifkan Patroli di Titik Strategis, Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif

Berita Terbaru