
TNGARDA.com – Nabire, Papua Tengah – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, menghadiri kegiatan penanaman perdana padi biofortifikasi di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire tersebut dipimpin Wakil Bupati Nabire, Hj. Burhanudin Pawennari, dan diikuti sekitar 100 tamu undangan serta perwakilan kelompok tani.
Sejumlah unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait turut hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Kehadiran Danlanal Nabire mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan, khususnya di wilayah Papua Tengah.
Sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dinilai penting dalam mendorong keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, dalam laporannya menyampaikan bahwa penanaman padi biofortifikasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pangan.
Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan gizi masyarakat melalui inovasi pertanian yang lebih sehat dan bernilai tambah.

Ia menjelaskan bahwa varietas yang ditanam adalah Inpari 24, yaitu jenis beras merah yang kaya zat besi dan antioksidan.
Padi biofortifikasi tersebut diyakini dapat membantu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat di daerah.
DPO Pembunuh 3 Tukang Ojek Akhirnya Ditangkap di Oksibil, Ternyata Terlibat Serangan Brutal Lainnya
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nabire mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk TNI dan Polri, yang telah berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis daerah yang membutuhkan kolaborasi semua elemen masyarakat.
Penanaman dilakukan secara simbolis di lahan demplot seluas sekitar 2,5 hektare dari total 5 hektare yang disiapkan.
Pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa bibit padi, pupuk, serta alat pertanian kepada kelompok tani, disertai dialog interaktif guna menyerap aspirasi dan kendala di lapangan.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nabire menyebutkan kebutuhan beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 862 ton per bulan, sementara produksi lokal masih terbatas.
Wapres Gibran Turun Langsung ! Bandara Nabire Dipacu Jadi Penggerak Ekonomi Papua Tengah
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta mendorong kesejahteraan petani.






