
GOWA, TNGarda.com – Babinsa Kelurahan Samata Koramil 1409-01/Somba Opu, Serma Andi Ansar, melaksanakan pendampingan dan monitoring tanaman padi musim tanam Gadu tahun 2026 di hamparan persawahan Lingkungan Samata, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (29/06/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan TNI AD kepada para petani dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Serma Andi Ansar didampingi oleh Petugas PPA Bili-bili Saripuddin, Penyuluh Pertanian Halima, S.P., serta Ketua Gapoktan Kelurahan Samata Dg. Nojeng.
Kehadiran seluruh unsur tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi tanaman padi sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian areal persawahan di Kelurahan Samata mulai mengalami ancaman kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi.
Kondisi ini terjadi seiring memasuki musim kemarau yang menyebabkan debit air dari Bendungan Bili-bili mengalami penurunan sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian tidak dapat terpenuhi secara maksimal.
Razia Malam di Nabire Berujung Penemuan Sajam, Satgas Ops Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak KKB
Selain faktor musim, hasil koordinasi di lapangan juga mengungkap adanya kendala lain yang memperburuk kondisi irigasi.
Berkurangnya aliran air diduga dipicu oleh aktivitas pengambilan air yang tidak teratur oleh oknum pemilik kolam ikan nila dengan cara membobol tanggul irigasi di wilayah Kelurahan Bontomanai dan Kelurahan Borongloe.
Akibatnya, distribusi air menuju lahan persawahan petani menjadi terganggu.

Menyikapi kondisi tersebut, Serma Andi Ansar bersama petugas pertanian dan kelompok tani segera melakukan langkah-langkah darurat guna meminimalkan dampak kekeringan terhadap tanaman padi.
Upaya cepat dinilai sangat penting agar tanaman yang sedang memasuki fase pertumbuhan tetap memperoleh pasokan air yang cukup.
“Upaya jangka pendek yang kita lakukan saat ini adalah mengajak para petani untuk memaksimalkan pemanfaatan air dari sumur bor serta air pembuangan rumah tangga dengan menggunakan pompa air.
Kebakaran di Morgo Nabire Hanguskan Dua Rumah, LAZ Mitra Rumah Zakat Insan Mandiri Salurkan Bantuan
Kami akan terus memantau situasi ini agar kerugian petani dapat diminimalisir,” ujar Serma Andi Ansar.
Selain mengoptimalkan sumber air alternatif, Babinsa bersama petugas pertanian juga akan terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait di Kelurahan Bontomanai dan Kelurahan Borongloe.
Langkah ini dilakukan agar pengambilan air irigasi dapat ditertibkan sehingga distribusi air menuju lahan pertanian kembali berjalan normal dan kebutuhan petani dapat terpenuhi.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga mencakup pembinaan teritorial melalui pendampingan sektor pertanian.
Kehadiran Babinsa di tengah para petani diharapkan mampu memberikan motivasi, mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan, serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani.
Melalui kerja sama yang solid antara Babinsa, penyuluh pertanian, petugas pengairan, serta para petani,
Diharapkan ancaman kekeringan dapat diatasi sehingga hasil panen musim tanam Gadu 2026 tetap optimal.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Gowa.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Kodim Gowa






