
Nabire, 21 Agustus 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah titik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (21/8).
Asap tebal dari kebakaran bahkan menyelimuti sebagian kawasan Kota Nabire dan mengganggu jarak pandang masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Nabire menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Modernisasi C-130HS Hercules Perkuat Kemandirian Pemeliharaan Alutsista TNI AU
Cuaca panas dan kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan berpotensi meluas.
Merespons kondisi tersebut, Yonif TP 804/DBAY sejak awal terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan satuan TNI dan unsur terkait di wilayah Nabire.
Personel disiagakan untuk sewaktu-waktu dikerahkan apabila dibutuhkan dalam penanganan karhutla.

Sekitar pukul 15.00 WIT, jajaran Yonif TP 804/DBAY menerima informasi dari tim pemadam kebakaran mengenai api yang mulai mendekati kawasan permukiman warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 70 personel yang dipimpin Letda Inf Choirul bergerak menuju Makodim 1705/Nabire untuk mengikuti apel gabungan.
Apel melibatkan unsur Korem 173/PVB, Denzipur 12/OHH, Kodim 1705/Nabire dan sejumlah unsur terkait.
Jelang HUT Jalasenastri ke-80, 357 Siswa SD Inpres Samabusa Dapat Kejutan dari Lanal Nabire
Setelah apel, personel menuju titik kebakaran terbesar di kawasan Jalan Poros, Kampung Waroki, dengan menggunakan dua truk personel dan dua truk tangki air.
Di lokasi, personel mendapati tim BPBD Provinsi Papua Tengah telah lebih dahulu melakukan pemadaman.
Personel TNI kemudian bergabung membantu proses penanganan. Berkat koordinasi dan kerja sama kedua unsur tersebut, kobaran api di lokasi berhasil dikendalikan hingga akhirnya padam.

Penanganan kemudian berlanjut setelah adanya laporan masyarakat terkait kebakaran di kawasan SP 2. Api di lokasi tersebut dilaporkan mulai mendekati bangunan sekolah.
Usai melakukan pengisian ulang air, kendaraan tangki segera diarahkan menuju SP 2.
Personel TNI bersama BPBD Kabupaten dan BPBD Provinsi langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar dan mencapai bangunan SD.
Respons cepat seluruh unsur berhasil menghentikan pergerakan api. Kobaran dapat dikendalikan sehingga tidak sampai merambat ke bangunan sekolah dan selanjutnya berhasil dipadamkan.
Operasi pemadaman berlangsung sejak sore hingga malam hari. Kolaborasi BPBD Kabupaten, BPBD Provinsi dan TNI AD berhasil menekan penyebaran api sekaligus membantu meredakan kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Nabire.
Kepala tim BPBD Provinsi Papua Tengah, Miko, menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AD dalam penanganan karhutla tersebut.
Menurutnya, pengerahan puluhan personel yang didukung dua unit truk tangki air menjadi bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam menghadapi bencana kebakaran di Papua Tengah.
«“Kontribusi TNI AD sangat membantu kami dalam upaya memadamkan api. Sinergi dan kerja sama yang dilakukan ini dapat memperkuat serta meningkatkan keamanan di Provinsi Papua Tengah,” ujar Miko.

Setelah memastikan sejumlah titik api berhasil ditangani dan situasi di lapangan relatif terkendali, personel kembali ke satuan masing-masing.
Kendati demikian, jajaran terkait tetap berada dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali meluas serta untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Nabire.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Yonif TP 804






