
Nabire, Papua Tengah – TN Garda.com
Masyarakat Kampung Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur bersama pada Rabu, 18 Maret 2026, menjelang akhir bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal, yang penetapannya menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke area Pemakaman Sanusi Bumiwonorejo untuk mengikuti rangkaian kegiatan doa bersama bagi keluarga dan leluhur yang telah wafat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Ustadz Amhad Athoillah, diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dengan penuh khidmat.
Suasana haru dan kekhusyukan terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di area pemakaman, mencerminkan rasa penghormatan kepada para pendahulu.
Setelah pembacaan Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Bumiwonorejo, Mbah Munadi..
http://google.com, pub-2939749916427225, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Dalam tahlil tersebut, masyarakat bersama-sama mendoakan arwah keluarga dan leluhur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, baik masyarakat Bumiwonorejo maupun warga dari daerah sekitar yang turut hadir.
Banyak di antara peserta yang datang karena memiliki sanak saudara atau leluhur yang dimakamkan di Pemakaman Sanusi Bumiwonorejo.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Andi Kurniawan, M.Pd.I.
Dalam doanya, ia memohon agar seluruh amal ibadah masyarakat selama bulan Ramadan diterima serta diberikan keberkahan dalam menyambut Idulfitri.
Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta persatuan masyarakat ke depan.
Kegiatan nyekar ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada yang telah meninggal, tetapi juga sebagai pengingat bagi yang hidup akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keimanan.
Masyarakat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual yang memiliki makna mendalam.
Dengan semangat kebersamaan, warga Bumiwonorejo menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Nabire.






